Kamis, 08 April 2021

Pengamatan Pertanaman Desa Rawagempol Wetan Cilamaya Wetan

Monitoring lapangan bersama POPT, PPL, serta gapoktan Karya Tani Bersama di desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan. Ditemukan gejala serangan OPT penggerek batang intensitas serangan 5,5% dengan instar larva 1-3 serta Wereng Batang Cokelat pada fase nimfa instar 1-2 dengan populasi 1,5 ekor/rumpun. Rekomendasi pengendalian yang dapat dilakukan untuk penggerek batang, jika telah melampaui batas ambang pengendalian (12%) maka dapat dilakukan pengendalian dengan menggunakan insektisida kimiawi dengan kaidah 6 tepat. Sedangkan, WBC dapat dilakukan pengendalian dengan menggunakan Agensia Hayati (Beauveria bassiana). Kesimpulan, waspada peningkatan intensitas serangan penggerek batang padi dan populasi WBC.








Monitoring OPT Desa Tegalwaru Cilamaya Wetan

 Prinsip dasar pengendalian hama terpadu (PHT)

Hama dan penyakit tanaman adalah semua jenis organisme pengganggu tanaman yang dapat menimbulkan kerusakan fisik yang dianggap merugikan dan tidak diinginkan kehadirannya dalam kegiatan bercocok tanam.Dalam dunia pertanian istilah hama sering dikonotasikan sebagai organisme pengganggu tanaman yang kasat mata seperti hama kutu dan belalang.Sementara penyakit sering diartikan sebagai bentuk kerusakan fisik tanaman yang disebabkan oleh organisme tidak kasat mata seperti bakteri dan jamur.Untuk mencegah kerugian atau melindungi tanaman dari kerusakan yang disebabkan oleh hama dan penyakit diperlukan tindakan pencegahan dan pengendalian secara tepat dan benar.
Hari ini, Rabu 7 April 2021 Pengamat Hama beserta PPL Desa Tegalwaru monitoring lapangan ke kelompok Sri Mukti 1 Desa Tegalwaru, dengan luas hamparan 30 Ha,umur tanaman 58-65 HST.Keadaan OPT yaitu PBPK 4 %,BLB 2% dan WBC 0,16e/r.Adapun Rekomendasi dan tindaklanjut dengan sanitasi lingkungan,pengamatan secara intensif,pelestarian musuh alami,pengendalian BLB dengan APH/Bakterisida,pengendalian PBP dengan racun sistemik sesuaikan dengan kaidah 6 tepat.Dan yang terpenting adalah waspada penyebaran OPT BLB dan PBP







Pengolahan Hasil Pangan "Simping Kencur" Desa Tegalsari Cilamaya Wetan

 Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia adalah dengan menyediakan teknologi pengolahan hasil pertanian.Teknologi pengolahan merupakan teknologi yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya simpan produk-produk hasil pertanian.

Produk pengolahan hasil pertanian ini dapat merupakan produk akhir yang siap dikonsumsi ataupun sebagai produk bahan baku industri lainnya.Produk-produk hasil pertanian memiliki sifat yang mudah rusak dan daya simpan yang relatif singkat sehingga perlu dilakukan penerapan teknologi pengolahan hasil pertanian.

Koperasi wanita Berkah Mandiri Desa Tegalsari, Cilamaya wetan membuat produk olahan pangan yang siap dikonsumsi.salah satunya yaitu simping kencur,yang diproduksi sejak lama dan turun temurun.

Simping merupakan kudap yang terbuat dari tepung tapioka,terigu ditambah bumbu penyedap serta aneka rasa dari rempah (seperti kencur) dan buah buahan.Bentuknya berupa lembaran pipih,bundar dan tipis.



#SimpingKencur

#KoperasiWanitaBerkahMandiri

#DesaTegalsari







Pengamatan Pertanaman Desa Rawagempol Wetan Cilamaya Wetan

Monitoring lapangan bersama POPT, PPL, serta gapoktan Karya Tani Bersama di desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan. Ditemukan gejal...